Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tradisi Kupatan Ruwahan Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

 

Pamotan, Jurnaliska - Setiap tahun pada bulan syakban ada tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang masih ada sampai sekarang yaitu nyadran atau ruwahan. Asal kata nyadran berasal dari bahasa sansekerta yaitu sraddha (keyakinan). sedangkan asal kata ruwahan berasal dari ruh dan arwah, yang kemudian oleh masyarakat dijawa tengah pada umumnya menyebutnya dengan ruwahan. Inti dari acara nyadran atau ruwahan ada membersihkan diri sendiri, ruh/arwah leluhur dan lingkungan yang ada disekitarnya yang bertujuan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dan biasanya tradisi ini di selenggarakan pas setelah Malam Nisfu Sya'ban atau tanggal 15 bulan Sya'ban. Dan jatuh Tepatnya malam ini 28 Maret 2021 Didesa Pragen RT.01 RW.01 khususnya dan desa desa lain Se-Kab. Rembang bahkan Se-Jawatengah tradisi ini masih dilakukan sampai sekarang, Kegiatan dilakukan dengan cara kupatan, acara kupatan biasanya dilakukan di mushola dan di masjid lingkungan masing-masing. Kegiatan kupatan ini dilakukan diawali dengan mengumpulkan kupat yang dibawa oleh jamaah mushola, sehabis sholat magrib dilanjutan membaca alquran (yasinan), dzikir dan doa bersama-sama. 

"Tujuan Acara tradisi ini Penuh dengan Harapan serta Do'a bersama Jama'ah yang  semoga kita semua di berikan kesehatan, umur panjang barokah, Rezeki yang Lancar barokah, selamat dunia dan akhirat Serta Semoga kita meninggal dalam keadaan Khusnul Khatimah," Amin. Setelah berakhir dengan doa serta penutup dilanjutkan makan bersama kupat dan lepet yang dikumpulkan sebelumnya.

Dengan berakhirnya rangkaian acara nyadran/ruwahan ini masyarakat desa siap menyambut datang bulan ramadhan dan siap juga untuk menjalankan ibadah puasa wajib selama bulan ramadhan.

Penulis : Wahyudiliza

Editor : Ahmad Nur Wahyudi

Posting Komentar

0 Komentar