Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SEDEKAH BUMI, perwujudan kebersamaan rasa syukur masyarakat Desa Balong Mulyo kepada Sang Pencipta*



Desa Balong Mulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, pada hari Rabu tanggal 15 mei 2024 menggelar kegiatan sedekah bumi dengan tujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Tentunya tak lupa pula agar Desa Balong Mulyo menjadi desa yang "Gemah Ripah Loh Jinawe".



Mengulik sejarah sedekah bumi di Desa Balong Mulyo, sedekah bumi merupakan budaya atau adat istiadat yang telah diwariskan secara turun temurun oleh para nenek moyang Desa Balong Mulyo, dengan maksud dan tujuannya yaitu, agar segenap warga masyarakat desa bersyukur karena telah diberikan kesehatan, dan nikmat oleh Allah SWT melalui alam yang ada.


Maka dari itu, digelarnya festival arak-arakan dengan mengusung konsep gunung. Pada puncak gunung tersebut, terdapat janur kuning dan dibadan gunung diberikan buah-buahan, dan sayur-sayuran, serta masih banyak lagi. Selain arak-arakan masih ada kegiatan yang lain yaitu, tahlil dan ketoprak.



Dengan mengadakan sedekah bumi. Selain tanda syukur kepada Allah SWT, juga di maksudkan untuk menghargai proses dan perjuangan nenek moyang terdahulu. Karena bagaimanapun sebelum ada nya masyarakat desa yang sekarang, pasti tentunya ada masyarakat terdahulu atau nenek moyang yang membukakan jalan dan turut serta membersihkan semak belukar atau dalam istilah jawa disebut "Babat Alas". 


Makna filosofis yang terkandung dalam konsep yang digunakan adalah gununganya sebagai bentuk rasa syukur. Semakin tinggi gunung tersebut, maka akan semakin besar rasa syukur warga Desa Balong Mulyo. karena apabila selalu bersyukur, Allah SWT akan senantiasa menambah nikmat untuk hambanya. 



Diatas gunung diberikan janur kuning yang mempunyai makna cahaya kenikmatan dan pada tengah gunung diberikan buah-buahan, serta sayur-sayuran dan masih banyak lagi dengan makna penggambaran dari hasil kekayaan bumi yang ada di Desa Balong Mulyo.



 Sedekah bumi merupakan warisan budaya yang mempunyai makna filosofis yang banyak. Oleh sebab itu, maka diharapkan agar warga Desa Balong Mulyo mampu menjalankan tradisi yang telah ditinggalkan oleh para nenek moyang terdahulu. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun dan jatuh pada hari Rabu pahing dimana pada bulan jawa biasa disebut wulan Selo. 

  

Diharapkan dengan adanya tradisi ini, warga desa dapat menciptakan rasa persaudaraan yang kokoh serta memiliki rasa pluralisme yang tinggi.


Penulis: jorgi Hermawan Farianto.

Editor: Siti Syimatul fudla 

Posting Komentar

0 Komentar