Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Hubungan Syuriah dan Tanfidziah PBNU: Sebuah Refleksi dan Harapan Umat.

Gambar
Hubungan Syuriah dan Tanfidziah PBNU: Sebuah Refleksi dan Harapan Umat. Nahdlatul Ulama, organisasi yang katanya seperti tubuh manusia: Syuriah itu ruhnya, Tanfidzia jasadnya. Begitu kata para kiai dulu, seperti KH Hasyim Asy'ari yang mendirikan NU pada 1926, seolah-olah keduanya tak bisa dipisah, seperti kopi dan gula kalau salah satunya hilang, rasanya jadi pahit. Tapi ya namanya juga manusia, kadang ruh dan jasad ini ribut sendiri, seperti suami-istri yang lagi ngomel soal belanja bulanan. Refleksi ini bukan mau ngegosip, tapi ingin kita sama-sama tertawa pahit sambil mikir: kok bisa sih, organisasi sebesar NU, yang umatnya jutaan, kadang seperti drama sinetron yang endingnya selalu "islah"? Bayangkan saja, sejak awal berdiri di era 1930-an, Syuriah sudah seperti ayah yang galak, mengawasi Tanfidziah yang masih balita. Di Muktamar ke-8 tahun 1933, Tanfidziah bahkan belum punya rapat sendiri seperti anak kecil yang belum boleh main sendirian. Lalu datanglah periode 1950...