Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Pandemi Tak Jadi Penghalang Bagi Pemuda Desa Kenongo untuk Melestarikan Lingkungan

Gambar
Sedan, Jurnaliska.com. Manusia yang berkualitas jangan hanya dilihat dari segi pendidikan dan prilakunya sehari hari namun dapat terlihat dari cara bagaimana sesesorang memperlakukan wilayah atau tempat dimana dia tinggal. Tempat tinggal yang tertata rapih dan bersih akan senantiasa terlihat nyaman dan kondusif (aman) jika diimbangi dengan kondisi lingkungan sekitarnya yang bersih dan tertata rapih pula. Lingkungan hidup yang kurang baik akan mengkibatkan hal hal yang tidak baik juga . Memberikan pemahaman yang benar termasuk tentang beberapa penyakit yang ditimbulkan dari lingkungan hidup yang kurang bersih dan sekaligus membudidayakan gerakan kebersihan yang teratur sejak dini dapat dijadikan sebagai langkah utama untuk membiasakan diri peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sekelompok kepemudaan di desa Kenongo tepatnya dukuh kenongo kecamatan Sedan mengajak masyarakat, terutama pemuda, tetap menjaga dan memelihara lingkungan di masa pandemi Covid-19. Jangan sampai wabah Covid-19 me...

Janji Politik Manis Layaknya Gula dan Madu

Gambar
Di antara 11 tahapan pemilu, tahapan kampanye seharusnya menjadi hal yang paling penting bagi rakyat. Melalui kampanye para calon memberitahukan kepada warga masyarakat tentang apa yang akan dilakukannya jika kelak dirinya terpilih. Bagi rakyat, informasi ini menjadi sangat penting sebagai referensi dalam menentukan pilihan pada hari pencoblosan kelak. Alasan mendasar yang melatarbelakangi munculnya kekecewaan masyarakat tersebut akibat janji pemilu yang tak kunjung pernah menjadi kenyataan. Rakyat mulai sadar dan merasa hanya dibutuhkan suaranya saat pemilu, selanjutnya diabaikan ketika kekuasaan telah tercapai. Janji kampanye para kontestan pemilu seolah-olah hanya menjadi pemanis bibir semata untuk mengelabui rakyat agar tertarik memilih dirinya padahal dari semula janji tersebut (mungkin) telah direncanakan untuk tidak dipenuhi. Maka tidak heran bila sebagian besar rakyat menganggap janji politik sangat identik dengan kebohongan. Pemilu di mata rakyat tidak lebih dari sekadar sebua...

DEMA Se-Jawa Nusra Selenggarakan Rakorwil di UIN Mataram NTB

Gambar
MATARAM - DEMA UIN Mataram Nusa Tengara Barat menjadi tuan rumah perhelatan Rapat Koordinasi Wilayah RAKORWIL Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia DEMA PTKIN Se Indonesia Wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, Kamis 25 Februari 2021. Dalam agenda pembukaan Rakorwil DEMA Jawa-Nusra menghadirkan tokoh publik dan beberapa undangan seperti Direktur Binmas Polda NTB Kombes Pol Benny Basir Warmansyah, Anggota DPR RI Hj. Wartiah M.Pd serta dibuka Langsung oleh Pimpinan Wakil Rektor Dr. Hj. Nurul Yakin M.Pd dan Koordinator Pusat DEMA PTKIN Se Indonesia Onky Fachrur Rozie. Dr. Hj. Nurul Yakin M.Pd Wakil Rektor UIN Mataram menyampaikan banyak terimakasih dan merasa bangga karena UIN Mataram dipercayai menjadi tuan rumah kegiatan para calon pemimpin bangsa masa depan. "Kita semua berterima kasih dan merasa bangga, karena UIN Mataram dipercayai menjadi tuan rumah perkumpulan DEMA se-Jawa Nusa Tenggara karena kita semua menganggap kalian adalah calon pem...

Jalan Rusak Berat, Warga Desa Pragen Gotong Royong Benahi Jalan Pamotan-Gunem

Gambar
Pamotan, Jurnaliska.com - Lagi lagi Warga Desa Pragen Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, gotong royong memperbaiki kondisi jalan yang rusak parah. Kerusakan tersebut terjadi hampir setengah badan jalan bahkan ada seluruhnya di jalan Pamotan-Gunem. Warga bergotong royong mengguruk jalan yang berlubang menggunakan alat swadaya warga setempat. Kamis (25/02/2021). Jalan yang memprihatinkan itu dipasang batu-batuan serta tanah agar tetap bisa dilewati. Karena di sepanjang jalan ada lubang yang dalam dan dipasang batu besar. Itu menyebabkan pengendara yang melewati khususnya pengendara dari luar kabupaten seperti contoh pengendara mau arah ke Blora atau sebaliknya sering kaget hampir jatuh (kecelakaan). Seorang warga Desa Pragen Kecamatan Pamotan mengaku, warga secepatnya memperbaiki jalan karena sudah banyak terjadi kekhawatiran oleh pengguna jalan yang melintas demi keselamatan bersama. Namun hingga kini pihak pemerintah terkait, masih belum memperbaiki jalan yang rusak parah tersebut ...

Bak Hiasan, Lampu Bangjo Sedan Yang Terabaikan Oleh Pengguna Jalan

Gambar
Di setiap persimpangan, pada umumnya terdapat bangjo atau bahasa umumnya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) APILL ini mempunya tiga warna, merah, kuning, dan hijau memang tidak asing bagi siapa saja. APILL mempunyai fungsi untuk mengatur ketertiban dari empat maupun tiga arah jalan supaya tidak terjadi kecelakaan dan kesemrawutan. APILL wajib dipatuhi oleh semua pengendara di manapun tak terkecuali. Namun masih ada saja pengendara yang menerobos lampu merah dengan alasan terburu-buru atau mengejar waktu, padahal hal ini bisa mengakibatkan kecelakaan. Tapi ada yang aneh di titik Bangjo Sedan kurangnya kepedulian masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas tersebut. Seolah-olah menerobos bangjo itu sudah hal yang wajar dan sudah biasa. Entah ini disebabkan tidak tahu fungsinya APILL ataukah ada kendala lain.  Salah satu warga dari salah satu desa di kecamatan sedan yang mengutarakan keresahanya saat melewati Bangjo tersebut "Ya gimana resah dan geram sekali ...

Ketua PC Fatayat NU Lasem Advokasi Nasib Difabel Melalui Upaya Revisi Perda

Gambar
PRESS RELEASE  Ketua PC Fatayat Lasem Ning Hajjah Fatimah Asri M. menyatakan  bahwa : "Perda baru Jateng tentang pelaksanaan pemenuhan hak difabel harus sesuai aspirasi difabel se-Jawa Tengah dan mampu menjawab masalah di lapangan" Menurutnya hal ini sekaligus untuk membumikan FIQIH PENGUATAN PENYANDANG DISABILITAS yang pembahasannya telah dibukukan oleh PBNU dengan Kontributor: KH. Ahmad Ishomuddin, KH. Miftah Faqih, KH. M. Imam Aziz, KH. M. Nadjib Hassan, KH. Abdul Moqsith Ghozali dll  seperti masalah Keringanan Hukum Kesucian bagi Difabel Ngesot, Kewajiban Menyediakan Fasilitas MasjidYang, Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas, Kewajiban Menyediakan Fasilitas Haji bagi Disabilitas, Wujud perlindungan Islam terhadap penyandang disabilitas (grahita, rungu, netra) dalam bertransaksi, Hukum Menempatkan Difabel sebagai Pekerja Rendahan, Upah di Bawah Standar bagi Pekerja Penyandang Disabilitas, Tanggung Jawab pada Penyandang Disabilitas Terlantar,  Kewajiban Menafkahi ...

Revolusi Bungklon Dimana-Mana

Gambar
Seorang pakar ekonomi ketika di tanya tentang melemahnya kurs rupiah terhadap dolar mengatakan, "Bisa jadi hal itu disebabkan investor asing belum sepenuhnya percaya pada pemerintah". Lain halnya seorang pakar politik, ketika ditanya mengapa kondisi Indonesia semakin kisruh, "Mungkin rakyat masih belum percaya kepada langkah-langkah pemerintah, sebab selama ini mereka sering dibohongi". Sebagai pengamat para pengamat, seandainya saya mungkin diwawancarai walaupun sepertinya tidak mungkin mengenai perilaku pakar kita akan saya jawab "Mungkin para pakar itu ngawur". Memang enak berbicara dengan bahasa mungkin, sebab sulit dimintai pertanggung jawaban. Kata "Mungkin" sebagai sebuah kata bersayap, bisa dipakai untuk berkelit. "Lho saya kan bicara mungkin, bisa saja itu benar atau tidak benar, Wong orang bilang mungkin kok dipercaya, salah sendiri," begitu kira-kira jawaban yang akan muncul. Namun sayang para pakar atau ahli yang dimintai pe...

Sejarah Kuno Lasem Yang Terlupakan

Gambar
Di sebuah masa, orang-orang Nusa Bruney yang tinggal di pesisir Teluk Sampit dan sepanjang hilir Bengawan Sampit mengalami pagebluk (wabah penyakit) yang disebabkan oleh Setan Blarutan-sogrok weteng. Untuk menghindari wabah ini, mereka memutuskan untuk pergi berlayar menuju ke arah selatan samodra Bruney menuju Nusa Kendheng. Mereka yakin bahwa Setan Blarutan tidak akan berani menyebrangi samodra karena takut dengan ratu jin samodra bernama Bathari Hwa Ruh Na. Setelah berlayar selama sepuluh hari sepuluh malam, orang-rang orang yang dipimpin oleh Kie Seng Dhang ini melihat daratan Gunung Nusa Kendeng (sekarang disebut Gunung Ngargapura-Lasem) di arah timur. Pemandangan di sebelah timur Nusa Kendeng membuat seisi penumpang kapal menjadi takjub dan tak sabar untuk segera mendarat. Di daerah inilah orang-orang Sampit, cikal bakal “Wong Jawa”, mendarat. Tak berapa lama kemudian perahu-perahu dari negeri Sampit membuang jangkar di pesisir pantai di sebelah timut Nusa Kendheng. Semua orang b...

Perlu Dipahami Oleh Para Pejuang Aspal

Gambar
Hampir keseluruhan masyarakat indonesia mahir dalam mengendarai kendaraan, akan tetapi belum tentu tau apa itu peraturan lalu lintas. Apalagi kalau kita bicara warga +62, banyak kesalahan bahkan lelucon yang ditimbulkan.  Saat berkendara di jalan raya, tentunya pengguna kendaraan seperti mobil dan motor harus memiliki Surat Izin Mengemudi alias SIM. Untuk mendapatkan SIM, harus mengikuti serangkaian tes yang diadakan oleh pihak kepolisian. Dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM) merupakan salah satu layanan yang sering disalahgunakan oleh para oknum polisi untuk melakukan pungutan liar (pungli). Ini yang salah dari oknum kepolisian atukah warganya? Membahas tentang pungli itu bukan salah dari oknum kepolisan atau warga, tapi itu seakan-akan sudah menjadi adat di Kabupaten Rembang atau sudah saling membutuhkan.  Satuan Lalu Lintas, ada tiga hal yang jadi peluang pelanggaran, pembuatan SIM, penindakan tilang (bukti pelanggaran) di jalan dan pembuatan BPKB atau STNK.  Unt...

Diorama Kota Pusaka Lasem

Gambar
Penulis : Abdullah Hamid, Ketua Padepokan Sambua. Anggota Tim Teknis Rencana Aksi Kota Pusaka Pemkab Rembang     Arti Diorama  adalah sejenis benda  miniatur  tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan. Asal usul diorama adalah  dekorasi   teater  di Eropa dan Amerika pada abad ke-19. Pencinta miniatur sering membuat diorama untuk memamerkan model  kendaraan militer , miniatur figur publik, ataupun miniatur  pesawat terbang . Namun maksud Diorama di tulisan ini sebagai pemanis judul, digunakan untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya dari landskap keadaan sejarah, kejadian alam, dan keadaan kota untuk kebutuhan pendidikan. Berikut ini diorama perjalanan Kota Pusaka Lasem dari masa ke masa. 1. Masa Pangeran Wira Bajra Titik terang syiar Islam di bumi Lasem mulai menampakkan cahayanya ditandai oleh wasiat yang diterima Pangeran Wira Bajra dari ayahnya, Pangeran Badra Nala Penguasa Lasem yang mulai ber...