Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

SEDEKAH BUMI, perwujudan kebersamaan rasa syukur masyarakat Desa Balong Mulyo kepada Sang Pencipta*

Gambar
Desa Balong Mulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, pada hari Rabu tanggal 15 mei 2024 menggelar kegiatan sedekah bumi dengan tujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Tentunya tak lupa pula agar Desa Balong Mulyo menjadi desa yang "Gemah Ripah Loh Jinawe". Mengulik sejarah sedekah bumi di Desa Balong Mulyo, sedekah bumi merupakan budaya atau adat istiadat yang telah diwariskan secara turun temurun oleh para nenek moyang Desa Balong Mulyo, dengan maksud dan tujuannya yaitu, agar segenap warga masyarakat desa bersyukur karena telah diberikan kesehatan, dan nikmat oleh Allah SWT melalui alam yang ada. Maka dari itu, digelarnya festival arak-arakan dengan mengusung konsep gunung. Pada puncak gunung tersebut, terdapat janur kuning dan dibadan gunung diberikan buah-buahan, dan sayur-sayuran, serta masih banyak lagi. Selain arak-arakan masih ada kegiatan yang lain yaitu, tahlil dan ketoprak. Dengan mengadakan sedekah bumi. Selain tanda syukur kepada Allah SWT, juga di ...

Sejarah PMII Rayon Pangeran Wiranegara dan Rayon Nyi Ageng Maloka

Gambar
Sejarah terbentuknya kedua rayon di Komisariat Al-Kamal Sarang sendiri tidak terlepas dari keresahan para anggota dan kader Komisariat Al-Kamal Sarang yang sudah tumbuh semakin banyak, kemudian terabaikannya serta tidak terurusnya anggota dan kader secara maksimal. Mereka merasa dilema karena tidak adanya kejelasan informasi bila ada sebuah kegiatan yang diadakan di komisariat mereka sendiri. Hal ini terjadi dikarenakan sudah terlalu banyaknya kader yang harus ditampung dalam satu komisariat. Pada saat itu bertepatan tahun 2020 yaitu pasca covid-19 yang sedang gemparnya, dilema yang dirasakan para kader baru pun mulai diutarakan mereka di komisariat terkait tentang kejelasan dari wadah komisariat sendiri mau diarahkan kemana. Hal ini pun segera didengar dan ditangani oleh beberapa senior pada saat itu, yang segera merancang dan merumuskan solusi yang tepat dengan keadaan tersebut. Mulai tanggal 19 Oktober 2020 yang bertepatan ditanggal 20 Oktober 2020 adalah pelantikan cabang. Malamnya...

UKK Racana Adakan Penerimaan Tamu Racana (PTR) Tahun 2023

Gambar
1-2/10/23. Unit Kegiatan Khusus (UKK) Racana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIKA) Sarang tahun 2023 melaksanakan Penerimaan Tamu Racana (PTR). Kegiatan ini merupakan program rutin setiap tahun UKK Racana. Adanya kegiatan penerimaan tamu Racana ini dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan program kerja UKK Racana STAIKA yang dilaksanakan setiap tahunnya.  Tujuan Kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) ini dilaksanakan dalam rangka orientasi dan pembinaan kepramukaan bagi calon anggota baru yang dilaksanakan secara luring selama 2 hari dimulai dari hari Ahad-Senin, tanggal 1-2 Oktober 2023, bertempat di Kampus STAI Al-Kamal Sarang. Kegiatan ini mengangkat tema ”Mewujudkan Pribadi Mahasiswa yang Berkarakter Trisatya dan Dasa Dharma dalam mengamalkan Trimotto perguruan tinggi”. Acara berlangsung pada hari Ahad sore, pukul 16:00 dimulai dengan peserta mendirikan tenda perkemahan, setelah itu Ishoma sampai menunggu waktu sholat isya selesai dan dilanjut dengan apel pembukaan yang diirringi de...

Merefleksi 23 Juli Saat Lengsernya Guru Bangsa Dari Jabatan Presiden

Gambar
Hari ini, 23 Juli 2021, bertepatan dengan 20 tahun lengsernya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Sampai sekarang saya sependapat andai saja Gus Dur mundur sendiri, itu jauh lebih baik. Namun, ya tidak apa-apa. Bangsa Indonesia tidak marah. Mereka menerima Gus Dur dan mengakui disitulah keanehan Gus Dur. (Franz Magnis Suseno dalam Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa, 2017: 136). KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilengserkan secara politis oleh parlemen melalui Sidang Istimewa (SI) MPR RI pada 23 Juli 2001. Sebelum pelaksanaan sidang, Gus Dur melawan dengan mengeluarkan Dekrit Presiden. Perlawanan tersebut bukan untuk mempertahankan jabatannya sebagai presiden, tetapi menolak langkah parlemen yang menurutnya inkonstitusional. Sejumlah tuduhan yang diarahkan kepadanya juga tidak terbukti secara hukum. Lengsernya Gus Dur secara inkonstitusional dari jabatan Presiden RI menjadi beban sejarah bagi bangsa Indonesia. Pelengseran ini tanpa ada kejelasan hukum dan...

Cara Berpakaian Orang Jawa Kuno

Gambar
Adegan Sinta dan Trijata yang memakai kemben dan kain dalam relief Ramayana di Candi Panataran, Blitar. Tak kalah menawan dengan Putri Indumati, ina dan uwa-nya, bersolek mengenakan baju merah. Keduanya belum terlalu tua. Rambut mereka bergelombang, diselingi warna kelabu. Lalu para dayang belia datang bagaikan dewi, mengenakan kemben kain wulang emas. Selendang emas murni yang mereka sampirkan pada bahu tampak berkilauan seperti sayap untuk terbang. Mereka masih keturunan bangsawan sahabat raja. Mereka tengah menghadiri sayembara memperebutkan Putri Indumati. Suasana itu diungkapkan oleh Mpu Monaguna, pujangga dari Kadiri pada abad ke-13 M lewat karyanya Kakawin Sumanasāntaka. Dari gambaran singkat itu terbayang bagaimana pakaian orang-orang pada masa lalu. Selain dari karya sastra, informasi itu juga muncul dalam relief candi dan prasasti.   Menurut Petrus Josephus Zoetmulder, ahli sastra Jawa Kuno, kain wulang adalah perangkat busana perempuan saat seremonial. Bentuknya sec...

Sejarah Kuno Lasem Yang Terlupakan

Gambar
Di sebuah masa, orang-orang Nusa Bruney yang tinggal di pesisir Teluk Sampit dan sepanjang hilir Bengawan Sampit mengalami pagebluk (wabah penyakit) yang disebabkan oleh Setan Blarutan-sogrok weteng. Untuk menghindari wabah ini, mereka memutuskan untuk pergi berlayar menuju ke arah selatan samodra Bruney menuju Nusa Kendheng. Mereka yakin bahwa Setan Blarutan tidak akan berani menyebrangi samodra karena takut dengan ratu jin samodra bernama Bathari Hwa Ruh Na. Setelah berlayar selama sepuluh hari sepuluh malam, orang-rang orang yang dipimpin oleh Kie Seng Dhang ini melihat daratan Gunung Nusa Kendeng (sekarang disebut Gunung Ngargapura-Lasem) di arah timur. Pemandangan di sebelah timur Nusa Kendeng membuat seisi penumpang kapal menjadi takjub dan tak sabar untuk segera mendarat. Di daerah inilah orang-orang Sampit, cikal bakal “Wong Jawa”, mendarat. Tak berapa lama kemudian perahu-perahu dari negeri Sampit membuang jangkar di pesisir pantai di sebelah timut Nusa Kendheng. Semua orang b...

Diorama Kota Pusaka Lasem

Gambar
Penulis : Abdullah Hamid, Ketua Padepokan Sambua. Anggota Tim Teknis Rencana Aksi Kota Pusaka Pemkab Rembang     Arti Diorama  adalah sejenis benda  miniatur  tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan. Asal usul diorama adalah  dekorasi   teater  di Eropa dan Amerika pada abad ke-19. Pencinta miniatur sering membuat diorama untuk memamerkan model  kendaraan militer , miniatur figur publik, ataupun miniatur  pesawat terbang . Namun maksud Diorama di tulisan ini sebagai pemanis judul, digunakan untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya dari landskap keadaan sejarah, kejadian alam, dan keadaan kota untuk kebutuhan pendidikan. Berikut ini diorama perjalanan Kota Pusaka Lasem dari masa ke masa. 1. Masa Pangeran Wira Bajra Titik terang syiar Islam di bumi Lasem mulai menampakkan cahayanya ditandai oleh wasiat yang diterima Pangeran Wira Bajra dari ayahnya, Pangeran Badra Nala Penguasa Lasem yang mulai ber...