Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

🍁 DESEMBER BERSAMAMU 🍁

Gambar
  Banyak nyanyian yang ingin kudengarkan pada separuh Desember kali ini, tentang hujan, tentang ketabahan, bahkan tentang bahagia kecil yang kita sembunyikan. Apa kamu tahu, rintik hujan yang berjatuhan dari daun ke daun, dari julang batang menuju tanah paling rendah, semua itu sampai di telingaku serupa denting harpa yang dipetik para dewa.  Aku selalu menikmati tiap gigil Desember dengan segala kuyupnya, membawa beberapa penggal ingatan, perihal takdir yang menghujani tubuh kita, lantas membasuhnya dengan segala doa. Ketahuilah, memutuskan untuk menetap pada hatimu ialah pilihan yang paling benar, sebab dari waktu ke waktu, dari tawa ke tawa, bahkan dari luka ke luka, kita serupa pengembara cinta yang kebal hantaman cuaca. Pada separuh Desember kali ini, hanya satu yang ingin aku lebihkan, yaitu mensyukurimu, dengan lebih banyak lagi, dengan lebih baik lagi. NeZee🍁

🍁KETIKA TIDAK BAIK-BAIK SAJA 🍁

Gambar
Jika ingin menangis, menangislah. Ada saatnya diri berada di satu keadaan di mana harus mengaku salah dan kalah. Tuhan menciptakan air mata agar segala gundah tumpah, hingga ketika isak beranjak, dada yang sesak akan terasa lapang dan tenang. Tak perlu terlihat selalu sempurna, sebab bahagia itu kita yang rasa. Bahagialah dengan cara yang dikehendaki tanpa harus melukai. Akan selalu ada telinga untuk mengadu, akan selalu hadir bahu untuk bersandar ketika tangguh itu mulai terkapar. Jika tak ada lagi dekap yang menghangatkan, masih ada peluk Tuhan yang menenangkan. NeZee🍁

SEKAPUR PUTIH TERGORES

Gambar
SEKAPUR PUTIH TERGORES Angin mendayu menggelayut... Bagaimana Salam tak sampai... Padahal hati telah bertunduk...  Seluet merah menjenjang di ufuk barat... menjelma keangkuhan dari sang arjuna impian... Menutup mata nan hidung, telinga seakan tuli... Duhai bulan yang memerah Jangan kau tipu aku Dengan keindahan Karena Orang Lain telah Menipuku menampik hatiku & membuangku... Dengarkan lah wahai angin jangan kau ibaskan kerudungku Jika kau tak ingin Singgah sebentar... Betapa aku tak Lunglai  pisau seakan melukaiku  rindupun menjelma bagai belati menyisahkan Luka yang sulit untuk diobati... Dengarlah wahai yong diibaratkan dalam goresan tintaku... Aku bukanlah Seorang yang sesekali kau puja kemudian kau jatuhkan... Aku adalah permata yang akan selalu berkilau yang selalu ingin di cinta & dipuji Bukan hanya ilusi yg engkau buat berdasarkan Senyuman palsumu... Penulis : Agung S

“Cinta yang Tak Mengenal Rindu” || Oleh Ilma Kamalia

Gambar
  “Cinta yang Tak Mengenal Rindu” Mungkin, aku adalah dedaunan yang gugur dari reranting hatimu. Satu dari sekian lelaki yang tumbuh disana, lantas jatuh saat kau tak lagi mengizinkanku ada. Aku gugur di saat aku butuh kamu. Saat rasanya semestaku mulai pudar, dan kepergianmu hanya akan meruntuhkannya. Aku terjebak dalam dua hal yang kupertanyakan. Aku yang rela gugur atau kau yang memaksaku terjatuh ke pelukan bumi?? Setelah sekian lama kita bersama, menautkan rasa dalam kata-kata, udara dan senja, rasanya semestaku semakin lengkap saja. Dan tanpamu, hanya akan menjadikannya reruntuhan sejarah. Aku tak bisa mencipta semesta lain. Selamanya aku akan menjadi dedaunan yang akan berdiam diri, sampai terinjak-injak dan mengering. Sampai aku membuka mata, dan kutemukan matahari, yang tak lagi terang dan rembulan menghilang ketika malam datang. Mungkin sesekali aku harus berdiri , sekalipun harus gugur lagi, setidaknya aku bisa mencari tahu, bagaimana bertahan tanpamu. Karya : Ilma Kamal...

TAKDIR YANG TAK DAPAT DISATUKAN || Oleh Nur Afifah

Gambar
Kita adalah singgah Yang tak pernah indah Dan hampir tak akan pernah  Menjadi takdir. Aku ingin melupakan  Tanpa harus membenci Dan bertemu dengan senyuman Tanpa ada rasa nya apaan. Semakin aku berusaha melupakan Semakin dia Hadi dalam pikiran ku Berhenti melupakan Dan mulai menerima kenyataan. Di patahkan masa lalu  Di bangkitkan oleh diri sendiri Kemudian di patahkan oleh orang baru Kemudian di bangkitkan oleh diri sendiri. Tuhan mengizinkan ku mencintaimu Tapi Tuhan melarang aku memiliki mu Lebih dari jauh terasa asing Dari pada Deket terasa menyakitkan. Kita hebat tidak berdebat tapi tamat  Ku kira takdir ternyata cuma Hadir Ku kira komitmen Ternyata momen. Level tertinggi dari mencintai  Adalah mengikhlaskan orang yang kita cintai Bersama orang lain Dan kebohongan yang pernah aku lakukan. Adalah mengatakan hal demikian Namun aku berhasil Mengikhlaskan mu Meski Aku gagal untuk  mencintai orang yang baru. Jika bersamamu bukanlah takdirku Maka ajarkan ku ...

Mahasiswa Ku Oleh Habibur Rohman

Gambar
  Mahasiswa Ku Untuk mahasiswa.... Yang mendapat gelar Maha atas kesiswaanya. Yang katanya Kaum pelajar,terdidik,intelek nyatanya .... !!!! hemzzz entahlah Untuk Mahasiswa...... Mahasiswa zaman now Forum diskusi Sebagai pamer intelegensi, Mencari muka di hadapan semua orang Tidak memikirkan Kemanusiaan dan menjatuhkan yg lain demi  Meninggikan gengsi dan pujian... Untuk mahasiswa.... Hobinya mengkritisi tapi tak sanggup berkontribusi, Lagaknya sok Aktif tapi Tak Ada bukti,Banyak Yg lagak berpolitik tapi masih ciut di dalam birokrasi, Belajar jujur Di kata sok individualis Tak memberi contekkan katanya tak etis.. Sungguh Miris...!!!! Mahasiswa masa kini terlalu terambang ipk, Huruf dan angka Masih menjadi simbol bahwa ia berprestasi ,Takpeduli hasil dari mana. Tak peduli rakyatnya lapar, Harga kebutuhan dikendalikan pasar. Dimana Keilmuan mu parakaum intilek ha ha di mna...? Dear mahasiswa...!!!! Yg katanya agen perubahan. Tetapi mahasiswa masa kini Titip absen di anggap simbol...

RUANG TERSEMBUNYI Oleh Ilma Kamalia

Gambar
                         ` Ruang Tersembunyi ` Kusimpan catatan sebuah ungkapan Dari hati yang tak sempat terungkap  Di hadapanmu Ruang tersembunyi pada altar hidup ku Ruang yang berpenghuni Selembar kertas tentang isi hati  Kini kusam,debu bertebaran di atasnya  Sedikit menyelimuti tulisan pena hitam Kelam telah tersimpan Cucuran kini iringi sedih pada wajah  Segan bukan tak mampu ungkapkan  Kita tercipta dengan hidup yang berbeda Jatuh buatku bingung  Ungkapan tersimpan secara paksa  Dalam ruang tersembunyi Tak bercahaya,di selimuti hening Sepi menusuk secara kejam  Aku bukan perempuan yang kau idamkan  Peribahasa zaman sekarang  Jika tidak setara, pergi dan lupakan Namun langkah ku terpaku Seakan enggan beranjak pergi  Sadar terus membisik ,hingga akhirnya aku layup di tempatku berdiri,sehingga aku terjatuh... ~ILMA KAMALIA

Sempurna? Oleh Siti Nurfiyah

Gambar
  Sempurna? Kadang,kata itu tak perlu ada.          Agar bisa: Saling menambal Saling melengkapi  Saling empati Saling menerima Saling menghormati Saling menghargai Saling membutuhkan           Sempurna? Kalau harus ada Biarkan ia menjadi hasil dari kombinasi antara ketidak sempurnaan             Agar rasa itu: Kian mendalam  Kian mengenang Kian menghujam Kian mengenang Karya : Siti Nurfiyah (Mahasiswa STAI Al-Kamal Prodi Tarbiyah)

Sajak Rindu Oleh Dini Helmi

Gambar
 Sajak Rindu Rindu adalah supucuk kata Yang mengungkapkan rasa Rindu tak pernah tau Dimana tempatnya ia harus berlabu Ketika aku membuka mata yang kulihat hanyalah dirimu Ketika aku menutup mata yang kurasakan hanyalah merindukanmu Kau selalu datang dan berlalu lalang dalam pikirku Dan aku tak tau bagaimana cara menghilangkanmu Namun aku selalu ingat bahwa rindu bukan hanya menyakitkan  Tapi juga mengajarkan kesabaran  Kamu hanya butuh berteman dengan waktu tunggu dan mampu ~Dini helmi

PENANTIAN

Gambar
Oleh: Dini Helmi        Saat kau tau ada hal yg  lebih   indah daripada penyesalan.       itu hadir  membuat kita sadar betapa  indahnya kesabaran.    Terkadang lelah itu wajar namun apakah kamu pernah  membayangkan indahnya  penantian?    Memang sangat menyakitkan  bagi orang yang tidak saling sayang,akan tetapi  bagiku itu sebuah kesabaran.    Dengan kita menanti mungkin  akan ada ribuan   penjelasan  yg kita nanti.    Sabarlah wahai hati,  percayalah bahwa penantianmu  akan berakhir indah.  

Tulisan Kosong

Gambar
Tulisan Kosong Oleh : Abdul Basit Alunan gemuruh ombak Mengikis pemukiman dan tambak Angin menari bersama pohon mangga depan rumah Burung-burung berkicau Ceritakan masa lampau Aku hanya bisa bertanya dan menanya Mengukur apa yang ada Balok-balok beton dan kayu Serta lantai keramik Menghitung angka yang tak pernah buntung Aku hanya bisa menatap pada lembar kertas kosong Mencoba melerai tulisan yang sedang rabun Entah apa mata atau karena kertas kena tumpahan racun Mengapa tak sejelas yang ku dengar Atau kuping ku yang tak lagi krungu dan dungu Aku hanya tersenyum dan berkaca pada kaca pecah Yang tak lagi utuh kepingannya Merobekkan kaki hingga berdarah Tak muncul apa Hanya rasa cemas yang meremas Aku hanya pemula yang ingin goreskan tinta Merakit kata Mengeja dan menghitung kata Agar bisa seperti mereka Duduk manis, tinggal perintah Rembang, 28 Agustus 2020