MAHASISWA SE-REMBANG GELAR “SEPTEMBER HITAM”: REFLEKSI HAM, DEMOKRASI, DAN PERSOALAN PUBLIK


Rembang, 30 September 2026 — Sejumlah mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Rembang menggelar kegiatan “September Hitam” sebagai ruang refleksi terhadap berbagai persoalan hak asasi manusia (HAM), demokrasi, kebebasan berpendapat, serta persoalan publik yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 September 2026 tersebut diikuti oleh mahasiswa dan sejumlah organisasi kemahasiswaan di Rembang. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan puisi, drama teatrikal, pemutaran film, penyampaian refleksi, serta pembacaan pernyataan sikap.

September Hitam menjadi momentum untuk mengingat berbagai kasus pelanggaran HAM dan memperkuat kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya penghormatan terhadap HAM, demokrasi, dan kebebasan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

Selain isu HAM dan demokrasi, peserta juga menyampaikan perhatian terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya setelah adanya laporan kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan program tersebut di sejumlah daerah. Mahasiswa mendorong agar aspek keamanan pangan, kualitas makanan, pengawasan, serta mekanisme penanganan ketika terjadi kejadian luar biasa menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program.

Mahasiswa menilai persoalan publik perlu dibahas secara terbuka dengan mengutamakan data, transparansi, serta keselamatan masyarakat. Kritik yang disampaikan dalam kegiatan ini dimaksudkan sebagai bagian dari kontrol sosial dan ruang partisipasi mahasiswa.

Melalui kegiatan September Hitam, mahasiswa se-Rembang menyatakan komitmen untuk terus menjaga ruang demokrasi, memperjuangkan penghormatan terhadap HAM, serta menyuarakan aspirasi masyarakat melalui cara-cara yang damai, kritis, dan bertanggung jawab.

“Kami tidak hilang, tetapi tumbuh berlipat ganda.”

Kontak Pers:
Mahasiswa Se-Rembang / Panitia September Hitam
30 September 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Struktur Redaksi Media dalam Jurnalistik Beserta Tugas dan Fungsinya

Cara Berpakaian Orang Jawa Kuno

Memperioritaskan Hisab (Ilmu Falak) Daripada Rukyah